RSS

“Media Massa = Informatif atau Provokatif ???”

Media massa sebenarnya memiliki arti “sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas” (www.artikata.com), atau juga “channel, media/medium, saluran, sarana, atau alat yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa, yakni komunikasi yang diarahkan kepada orang banyak (channel of mass communication)” (www.romeltea.com). Jika kita tinjau dari fungsi awal keberadaan media massa, tentu saja dapat disimpulkan bahwa media massa identik dengan sifat informatif, atau bersifat menyampaikan informasi. Namun, jika kita perhatikan, fenomena yang sekarang terjadi, keberadaan media massa justru menjadi media provokatif yang paling ampuh digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan pada hal tertentu.

Jika kita tinjau, provokatif itu sendiri memiliki arti “merangsang untuk bertindak; bersifat menghasut“ (www.artikata.com), atau dalam kasus ini, berarti media massa memiliki fungsi untuk mempengaruhi pikiran para ‘penikmat’ nya agar berpandangan sesuai dengan apa yang diharapkan pihak media massa tersebut. Hal ini menjadi seimbang dengan fungsi media massa dalam hal informatif, ketika apa yang “diberitakan” menjadi informasi bermanfaat bagi penikmat yang memang membutuhkannya. Namun yang terjadi adalah bahwa saat ini media massa justru lebih bersifat provokatif dalam makna negatif. Ini bisa kita lihat dari keberadaan tayangan infotainment yang hampir merambah di seluruh stasiun televisi.

Jika kita perhatikan, tayangan tersebut menjadi begitu diminati oleh banyak penonton karena secara tidak disadari, tiap acara nya saling menguatkan satu sama lain sehingga info yang ada -yang mungkin sebenarnya biasa saja- menjadi tampak ‘hot’. Fenomena ini terbukti terutama ketika sekumpulan ibu-ibu sedang berkumpul (baca: bergosip) mengenai seorang artis bernama X. Mereka hampir bisa menyebutkan secara detil informasi mengenai X dari berbagai infotainment. Hal ini disebabkan tiap acara infotainment dari berbagai stasiun televisi berlomba-lomba mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai X, mulai dari yang penting, sampai yang mungkin sebenarnya biasa saja.

Lagi-lagi jika kita tidak jeli, ini hanya akan dianggap sebagai sebuah informasi yang menceritakan kehidupan orang terkenal. Media massa -dengan dalih mendekatkan kehidupan para orang terkenal atau para idola tersebut, dengan masyarakat luas atau para fans nya-, menyuguhkan berita-berita tersebut pada para penikmatnya. Padahal, jika kita pikirkan dengan jernih, apakah informasi itu akan bermanfaat bagi kehidupan kita? Apakah akan ada dalam soal ujian kita? Mampukah meningkatkan performance kita di kampus? Ini justru hanya akan membuat penonton terdoktrin oleh suguhan infotainment tersebut, sehingga para penonton akan berpikir sesuai dengan apa yang diberitakan. Padahal, apakah media infotainment itu benar-benar mengetahui apa yang terjadi? Bukankah itu bisa mengundang pemikiran buruk (su’uzhan) atas pihak tertentu yang diberitakan?

Padahal dalam agama manapun, dapat dipastikan bahwa segala bentuk pencemaran nama baik (jika itu merupakan gosip belaka) atau segala bentuk provokatif yang berakibat negatif merupakan sesuatu hal yang terlarang, yang dirasa dapat membawa akibat buruk nantinya. Inilah yang harus dipikirkan lebih panjang, karena tanpa disadari pemberitaan media massa yang sedang digandrungi tersebut (yang katanya bersifat informatif) justru membawa misi provokasi dengan membumbuinya dengan pernyataan-pernyataan doktrin secara halus sehingga membuat para penikmatnya secara tak sadar mengikuti alur pemberitaan tersebut.

Bisa kita ambil contoh kasus artis inisial DP dan JP yang awalnya sebenarnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, jika tak banyak pihak yang ikut campur di dalamnya. Namun, karena pemberitaan di infotainment yang membuat semakin panas, membuat greget, panas sang artis yang terlibat, sehingga perselisihan pun menjadi tak terelakkan. Kasus ini akan terlihat begitu biasa karena penonton sudah terbiasa dengan pemberitaan semacam ini. Namun dampak yang terjadi tentu tidak sesederhana itu. Media massa di sini seolah menjadi pengobar api, namun tetap saja yang terkena dampak ‘api’ tersebut adalah orang-orang yang berhubungan langsung dengan kasus terkait, padahal media massa hanya secara sepintas memberitakan dari satu kasus ke kasus lainnya.

Dan jika kita lihat ke aturan hukum yang ada, dalam UU No. 32 Tahun 2002, Pasal 36 ayat (5) menyebutkan bahwa :
“Isi siaran dilarang :
a. bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau bohong;
b. menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang; atau
c. mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan.”

Lantas bukankah media massa saat ini, terutama dalam hal infotainment sudah mulai melangkahi aturan di atas?

 
Leave a comment

Posted by pada Mei 4, 2011 in artikel

 

Arti Cantik Mu Bagi Ku…

beauty rosesCantik, pasti identik dengan paras ayu nan menawan, wajah cerah (kayak di iklan-iklan produk wajah ternama), bulu mata yang lentik indah, rambut panjang tergerai, tubuh langsing semampai, kulit halus nan mulus, wuih, pokonya bikin orang-orang sulit berpaling dari nya. Dan tentu saja, untuk mendapatkannya (atau mempertahankannya), dibutuhkan perawatan yang tidak “seberapa” murahnya. Bisa dibayangkan, berapa banyak salon kecantikan sekarang menjamur di sekitar kita? Itu memperlihatkan dengan begitu banyaknya peluang usaha kecantikan sekarang ini, maka tentunya semakin banyak pula kaum hawa yang semakin tergantung dengan jasa perawatan kecantikan ini. Ini menjadi tidak masalah bagi mereka yang tidak bermasalah dengan keuangannya sehari-hari. Namun, bagi mereka yang sangat memperhatikan pendapatan dan pengeluarannya bahkan untuk keperluan pokok sehari-hari, tentu ini adalah masalah. Karena bisa kita lihat, berapa banyak kaum hawa yang antara terpaksa dan ikhlas, merelakan keuangannya demi mempercantik dirinya di mata orang lain. Padahal, jika kita tinjau lagi, apa itu cantik yang sebenarnya?

Cantik itu relatif dan subjektif. Pernahkah kita bertanya kepada orang yang mencintai kita, ‘apakah kita cantik?’, lantas dia menjawab ‘tentu saja, kau adalah bidadari ku, sayang…’(jadi melayang dibuatnya). Begitu banyak wanita yang hadir di depan si dia, dan dia tetap memandang kita sebagai yang terindah baginya. Itu menunjukkan, kecantikan yang dia lihat, mungkin tidak terpatok pada keadaan fisik saja. Kebaikan hati, kepedulian pada sesama, perbedaannya dengan wanita-wanita pada umumnya, keteguhan untuk tidak bergosip, senyuman yang tulus pada orang lain, kecerdasan dalam berpikir dan bertindak, tanpa disadari hal-hal tersebut juga bisa jadi tolak ukur kecantikan seseorang.

Tentu kita pernah melihat sepasang suami istri yang sang suami begitu tampan mempesona, namun sang istri tampak biasa saja, bahkan tidak menarik di mata orang banyak. Bukankah itu bisa menunjukkan bahwa sang suami memilihnya karena dia berhasil melihat ‘keindahan’ sang istri dari sudut pandang yang mungkin berbeda dari orang lain, sampai akhirnya dia bersedia ‘bertekuk lutut’ bagi sang istri? Kecantikan yang sebenarnya adalah yang proporsional, bukan ditujukan untuk diumbar ke khalayak umum. Cukuplah mereka yang berhak yang dapat melihatnya? Bukankah membanggakan jika kita hanya memberikan keindahan diri ini pada sang suami tercinta? Bukankan Tuhan mencintai hamba Nya yang menjaga kehormatannya di khalayak umum, namun menampakkan keindahannya cukup kepada sang pujaan hati?

Kecantikan yang abadi adalah yang terpancar dari hati untuk sesama makhluk Tuhan. Pada para pengemis di jalanan sana, pada pedagang kantin yang setia menyiapkan makanan untuk kita yang ‘kelaparan’, kepada adik kecil yang mengamen dari satu mobil ke mobil lain, kepada tukang sampah yang begitu baiknya mengangkut sampah dari rumah kita, dan bahkan kepada semut kecil yang mengajarkan indahnya kebersamaan pada kita, dan kepada siapapun yang tanpa kita sadari sangat berarti bagi hidup kita. Kecantikan yang tiada berakhir adalah hati yang senantiasa berusaha menebar manfaat bagi sekitarnya. Yang tidak membiarkan orang lain di hadapannya kesusahan, yang rela mendengarkan cerita teman yang sedang bersedih hati, yang lisannya senantiasa mengucap indahnya saling menasihati dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran. Maka apa lagi yang kita butuhkan untuk mempercantik diri jika Tuhan sudah begitu memuliakan kita dengan kecantikan hati? Welcome to the your trully beautiful… ^^

 
Leave a comment

Posted by pada Mei 2, 2011 in story

 

ketika telah teguh pada satu hal, pasti ada saja godaannya…

manusia memang ga pernah puas. udah punya 1, eh kayak yang kurang melulu. memang sih, kita harus bersyukur, karena kita ga punya segalanya, kalo kita udah punya segalanya, apa lagi yang ingin kita raih? tapi, bukan berarti juga, lantas kita jadi ingin menggapai semua hal yang ada, tanpa memikirkan dan mensyukuri apa yang telah kita miliki. malah jadi serakah, atau juga boros (kalo konteksnya barang).
kalo konteksnya barang, mungkin masih bisa jadi koleksi. toh punya banyak pun ga akan merugikan kehidupan kita -palingan biaya ‘pemeliharaan’nya jadi bertambah-. tapi kalo udah menyangkut prinsip di dalam kehidupan, masa iya mau kita koleksi? apa jadinya dengan kepribadian kita nanti?

 
13 Comments

Posted by pada Juli 28, 2010 in story

 

kangen teman-teman SMA…

kehidupan saya di JTK, sangat membahagiakan. saya beruntung bisa mendapatkan teman-teman yang hebat seperti mereka. mereka yang peduli dan saya rasa, menyayangi saya apa adanya (mungkin,hehe). mereka memberikan apa yang tidak saya dapatkan semasa di SMA dulu. kehidupan saya jadi lebih warna-warni, mereka membuat saya jadi merasa berarti.

namun, tak dapat dipungkiri, saya merasa ada yang hilang saat ini. dan belakangan saya sadari bahwa, saya sedang sangat merindukan teman-teman saya di SMA. belakangan pula, saya mendapatkan kabar-kabar dari mereka lewat FB. dan ternyata kebanyakan mereka pun saling merindukan satu sama lain, termasuk saya. melihatnya, membuat saya ingin menangis. ternyata begitu berartinya kebersamaan semasa di SMA bagi mereka, sampai2, wal;aupun begitu banyaknya kegiatan mereka di kampus atau di tempat lain, mereka masih sempat memikirkan keadaan satu sama lain. saya pun mulai merasakan kerinduan yang luar biasa besarnya terhadap mereka. semoga, secepatnya kami dapat bertemu di saat dan tempat yang diridhai Nya. amin…

UandMe, ipa6, kdk at-taqwa, miss u all… semoga kita senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT… amin…

 
Leave a comment

Posted by pada Oktober 17, 2009 in story

 

hidup kita fluktuatif ya…?

baru-baru ini, saya mendapatkan sebuah kejadian yang sangat mencengangkan. sebelumnya, saya memang pernah mengalami hal seperti ini. tapi, untuk yang satu ini, saya benar-benar merasa shock luar biasa. terdengar ‘lebai’ memang. tapi, itulah yang saya rasakan. andaikan hal itu tidak pernah ada, tidak pernah terjadi, mungkin kehidupan saya akan biasa-biasa saja.

tapi,tetap saya berterima kasih kepada siapapun yang ikut andil dalam keberadaan kejadian ini. karena,dari kejadian yang menimpa saya ini, saya jadi belajar untuk lebih dewasa. saya jadi semakin tahu bahwa kehidupan itu memang sangat kompleks, rumit, dan tiap bagian segmen nya hanya Allah SWT. yang tahu. kita sangat tidak bisa memprediksi apapun. karena walaupun saat ini kehidupan terasa manis, siapa yang tahu semenit, sedetik bahkan sesaat kemudian kita akan meneteskan air mata. bisa jadi tragis memang. tapi tidak jarang juga kejadian itu berbentuk sebaliknya. sungguh, yakini itu seutuhnya.

jadi, jangan sampai ketika kita merasakan kebahagiaan, kita lupa diri, kita lupa untuk bersyukur, bahkan sampai lupa, bahwa jangan-jangan itu adalah salah satu ujian yang Allah berikan pada kita.
tapi, ketika kita sedih, jangan lupa, bahwa kasih sayang Allah sangatlah nyata. Dia tidak pernah pilih kasih, karena Dia lah Yang Maha Adil.

intinya, ketika kita merasakan bahagia, jangan merasa takabur dengan mengatakan bahwa kita adalah orang yang paling bahagia sedunia. namun, juga jangan sampai ketika kita sedih, kita merasa sebagai orang yang paling menderita sedunia.

mungkin kamu tidak tahu apa sebenarnya kejadian apa yang menimpa saya. tapi, satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa, kehidupan itu ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. jadi, tetaplah berpikir positif atas segala keputusan yang ditentukan oleh Nya. Ok???

 
Leave a comment

Posted by pada Oktober 11, 2009 in story

 

sang jenderal yang pergi…

letnaaaaan!!!

(maju terus pantang mundur!!!)

letnaaaaan!!!

(maju terus pantang mundur!!!)
(sebenernya sih, dia ngomongnya ga se’sopan’ ini, tapi karena ini situs umum, jadi saya ganti aja,hehehe, buat yang tau, jangan pada protes ya!)

kita semua tahu kata-kata tersebut…
sangat menyedihkan bila mengingat kata-kata tersebut pernah keluar darinya.
tapi, bukan jenderal yang mem”bimbing” kita saat ospek di kampus, melainkan dia yang mengabdikan dirinya untuk memimpin kelas 1B. sungguh tak disangka-sangka dia sekarang telah pergi meninggalkan kita disini dengan luka yang mendalam.

pertama kami sadari kepergiannya ketika hari pertama masuk kuliah setelah liburan idul fitri 1430H. pertama saya masuk kelas, saya merasakan ada sesuatu yang kurang. tidak ada teriakan yang biasa menghentakkan kelas kami, ya, dengan pengumuman2nya yang selalu up to date.

sekarang dia sudah pindah ke poltek lain yang jurusannya sesuai dengan cita-citanya. ya, saya berharap semoga memang itulah yang terbaik baginya. walaupun, saya pikir sih, cukup sayang juga dia sudah meninggalkan kita2 yang hebat ini.

kesedihan itupun kini sudah semakin kami lupakan, seiring dengan semakin banyaknya tugas yang menumpuk. lagipula, kami sudah menemukan pemimpin baru yang Insya Allah mampu mengemban tugas ini. kita doakan saja bersama.

tetap semangat jalani hidup!

 
Leave a comment

Posted by pada Oktober 2, 2009 in story

 

My Life’s Background…

assalamu’alaikum…

saya ajeng ritanita nur widiati…

saya mahasiswi polban informatika d3, kelas 1b…

saya bukan orang yang hebat, tapi saya berusaha untuk memberikan yang terbaik…

saya orang yang humoris, penyayang dan perfeksionis…

saya sangat menyenangi keakraban dalam suatu persahabatan…

karena dengan begitu, apa yang saya lakukan akan terasa berarti bagi mereka…

saya sangat menyukai basket, kucing dan buah pisang…

basket, karena saya suka memainkannya…saya merasa sehat dengan berolahraga…

kucing, karena saya cukup menyukai binatang…sejak kecil saya begitu menyukai kucing, hanya saja saya tidak diperbolehkan memeliharanya di rumah…namun, entah mengapa, tetap banyak kucing yang berdatangan ke rumah saya, sehingga saya terhibur olehnya…

buah pisang, karena banyak manfaatnya dan rasanya yang enak…

sebenarnya banyak alasan mengapa saya menyukainya, namun tidak bisa saya paparkan satu persatu…

saya adalah seorang perempuan yang sangat menyukai pernikahan…

karena ketika itu, seorang wanita dapat belajar banyak hal…

sehingga, saya sangat bercita-cita dapat menjadi seorang ibu rumah tangga yang multi-talented…

saya ingin memiliki pekerjaan yang bergerak di bidang informatika, namun tetap tidak membuat saya lalai terhadap rumah tangga saya…

memang cukup jauh saya berpikir, hanya saja, memang itu yang benar-benar saya harapkan dapat saya lakukan di kemudian hari…amin…

cita-cita saya sejak dulu adalah dengan bisa memiliki panti asuhan atau panti jompo dan sarana olahraga khusus akhwat(perempuan) yaitu AKHWAT SPORT CENTER…

semoga saya dapat mewujudkannya…

 
1 Comment

Posted by pada September 15, 2009 in latar belakang

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.